Posted on

Rasa Wine

rasa wine mau coba

Rasa Wine itu seperti apa sih? Setelah membaca artikel ini anda bisa memilih jenis wine yang rasanya cocok dengan selera anda.rasa wine mau coba

Rasa Wine dari Jenis Wine yang Populer di Indonesia

Suatu jenis wine bisa menjadi populer di Indonesia bila harganya terjangkau dan rasanya cocok dengan lidah orang Indonesia. Wine yang seperti itu biasanya disebut sebagai “entry level wine”.

Dalam soal rasa, 4 hal yang paling sering dipakai untuk menjelaskan rasa wine adalah:

  • Acidity: kadar keasaman alami yang berasal dari buah anggur itu sendiri
  • Tannin: zat alami pada kulit dan batang buah anggur. Rasanya sepat seperti teh tawar yang kental. Tannin membuat
  • Alcohol: kadar alcohol pada wine biasanya antara 5% – 16%. Wine dengan kadar alkohol tinggi biasanya terasa “hangat”
  • Sweetness: kandungan gula alami pada wine (berasal dari buah anggur itu sendiri). Biasanya dihitung dalam satuan gram/liter.

Catatan: Wine dengan perpaduan acidity, tannin, alcohol dan sweetness yang seimbang disebut “well balanced”.

Di bawah ini adalah penjelasan singkat tentang rasa wine yang populer di Indonesia berdasarkan pertimbangan tentang keempat hal tersebut di atas.

YouTube Tutorial Rasa Wine

Rasa Wine: Red Wine

Red wine biasanya nemiliki kadar tannin yang lebih banyak daripada white wine. Karena itu biasanya red wine lebih “sepat” daripada white wine.

Lambrusco

Light bodied, medium acidity, low tannin, low alcohol

medici ermete lambrusco grasparossa dolce

Contoh: Medici Ermete Lambrusco Grasparossa Dolce (Emilia Romagna, Italy)

Ada Lambrusco yang rasanya manis (dolce), ada juga yang rasanya dry (tidak manis; disebut dengan “secco”). Rasa yang paling dominan dalam jenis wine yang satu ini adalah cherry, strawberry dan raspberry. Teksturnya encer dan agak berbusa (semi-sparkling).  dengan kadar alkohol rendah; biasanya berkisar 9 – 11%.

Beaujolais (Gamay)

Light bodied, medioum acidity, low tannin, medium alcohol

Domaine Chanson Beaujolais Village

Contoh: Domaine Chanson Beaujolais Village 2014 (Burgundy, France)

Dibuat dari sejenis anggur yang bernama Gamay. Teksturnya agak encer dan tidak sepat. Mengandung rasa asam seperti buah tart cherry dan raspberry. Ada sedikit rasa pahit pada after taste-nya. Inilah red wine yang paling “food friendly”; cocok dengan hampir segala jenis masakan.

Merlot

Medium bodied, fruity, medium acidity, soft tannin, soft finish

Gérard Bertrand Réserve Spéciale Merlot

Contoh: Gérard Bertrand Réserve Spéciale  Merlot 2014

Inilah red wine paling populer di Indonesia. Teksturnya tidak begitu kental dan memiliki kandungan tannin lembut (tidak begitu sepat). Rasa buah yang dominan Black Cherry, Raspberry dan Plum. After tastenya juga lembut (soft finish)

Malbec

Full bodied, medium acidity, medium tannin, high alcohol

Kaiken Malbec

Contoh: Kaiken Malbec 2015 (Mendoza, Argentina)

Meskipun sebenarnya berasal dari Perancis, Malbec lebih dikenal sebagai red wine “khas Argentina”.

Teksturnya kental dan terasa agak sepat. Rasa wine ini didominasi buah blackberry, plum dan black cherry. Bisa juga mengandung rasa Cocoa Powder, leather dan tembakau. Kandungan alkoholnya tinggi; biasanya sekitar 14 – 15%. Kadar alkohol yang tinggi ini membuat Malbec terasa “hangat” ketika ditelan.

Cabernet Sauvignon

Full bodied, high tannin, medium acidity, medium – high alcohol

Cederberg Cabernet Sauvignon

Contoh: Cederberg Cabernet Sauvignon 2008 (Cederberg, South Africa)

Teksturnya kental. Memiliki kandungan tannin sedang dengan tingkat keasaman sedang pula. Rasanya didominasi oleh black cherry, black currant dan blackberry.

Biasanya ada juga rasa black pepper, tembakau atau bell pepper

Syrah/Shiraz

Full bodied, medium – high tannin, medium acidity, medium – high alcohol

Paul Jaboulet Aine Les Jalets

Contoh: Paul Jabouler Aine Les Jalets 2011 (Rhône, France)

Syrah atau Shiraz adalah 1 jenis red wine yang sama; tapi orang Perancis menyebutnya Syrah sedangkan orang Australia menyebutnya Shiraz.

Teksturnya full bodied dengan tannin yang keras. Rasanya didominasi oleh blackberry dan blueberry. Biasanya juga mengandung aneka rasa lain seperti zaitun, merica, cengkeh, vanilla, mint, licorice, kakao, allspice (merica Jamaika), rosemary, tembakau dan asap. Biasanya Syrah mengandung 14 – 15% alkohol.

Rasa Wine: White Wine

White wine biasanya memiliki acidity yang lebih tinggi daripada red wine. Karena itu biasanya white wine terasa lebih asam daripada red wine.

Moscato

Sweet, light bodied, medium acidity, low alcohol

Bellissimo Moscato

Contoh: Bellissimo Moscato (Margaret River, Australia)

Teksturnya terasa encer dan sedikit berbusa (seperti soda). Rasa manisnya seperti perpaduan antara buah persik, aprikot, orange blosson dan nectarine. Alkoholnya rendah; antara 5 – 6,5%.

Riesling

Light bodied, high acidity, medium alcohol

Gustave Lorentz Riesling Burg

Contoh: Gustave Lorenta Reserve Riesling 2014

Teksturnya agak encer dengan kadar keasamanan kira-kira setara dengan lemonade.

Pada umumnya Riesling memiliki rasa yang agak manis dan fruity dengan kandungan rasa apricot, nectarine, peach, apple, pear, pineapple, lime, Meyer lemon.

Sauvignon Blanc

Medium body, medium acidity, medium alcohol

Viña Ventisquero Reserva Sauvignon Blanc

Contoh: Viña Ventisquero Reserva Sauvignon Blanc 2015

Teksturnya agak kental dengan tingkat keasaman sedang. Didominasi rasa jeruk limau, apel hijau, markisa and persik putih.

Biasanya Sauvignon Blanc juga mengandung rasa herbal seperti paprika, jalapeño, ceremai dan rumput

Chardonnay

Full body, high acidity, medium alcohol

Olivier Leflaive Bourgogne

Contoh: Olivier Leflaive Bourgogne 2013 (Burgundy, France)

Didominasi rasa green apple. Teksturnya kental dengan tingkat keasaman tinggi. Biasanya Chardonnay juga mengandung rasa lemon, pear, nanas, nangka, markisa, persik dan ara.

Posted on

Kumpulan Wine Unik Dari Seluruh Dunia

Inilah kumpulan wine unik dari seluruh dunia. Apa saja yang membuat kumpulan wine ini menjadi unik? Penasaran mau tahu?

Kumpulan Wine Unik

1. Blue Wine

Blue Wine

Biasanya wine memiliki warna merah, keemasan atau pink. Tapi sejak 2016, Gik; sebuah perusahaan wine dari Spanyol mulai memasarkan wine berwarna biru! Pembuatnya adalah sekumpulan anak muda yang bertekad menciptakan wine baru yang lain daripada yang lain.

Wine ini dibuat dari campuran anggur red wine dan white wine. Warna birunya berasal dari campuran anthocyanin (pigmen yang ada pada kulit anggur) dan pewarna organik. Wine ini juga menggunakan perasa organik yang membuatnya menjadi manis.

Tidak semua pecinta wine sejati menyukai wine ini karena tekstur, rasa dan warnanya sama sekali tidak seperti wine yang sudah ada. Tapi karena harganya murah (sekitar £8 atau setara dengan Rp 130ribuan) dan rasanya yang seperti syrup, “wine” ini mungkin cocok untuk pemula.

2. Wine (Botol) Gepeng

Flat Wine

Sampai tahun 2016, orang hanya mengenal botol wine seperti yang ada dalam artikel bentuk dan ukuran botol wine. Tapi sejak tahun 2017, Garçon Wines memasarkan wine dengan botol gepeng! Botolnya terbuat dari bahan plastik keras dan bisa masuk ke dalam kotak surat.

Selama ini botol wine biasa sering pecah dalam pengiriman atau tidak muat dalam kotak surat (kalau tidak dimasukkan dalam kotak surat maka bisa hilang diambil orang lain!) Dengan botol wine model baru ini proses pengiriman wine menjadi lebih aman dan mudah.

3. Wine Sempurna

Ada banyak faktor yang berperan dalam menentukan kualitas sebotol wine; mulai dari terroir (kondisi tanah), cuaca, waktu panen buah (pagi, siang atau malam), cara panen (pakai tangan atau mesin), lamanya fermentasi, teknik yang digunakan, dll. Karena itu wajar bila membuat wine kualitas wine top sangatlah sulit.

Sebagai contoh, buah anggur yang sama bila dipanen dalam waktu berbeda 1 minggu saja bisa menghasilkan rasa yang berbeda!

Tapi nyatanya ada juga wine yang kualitasnya bukan saja “top”, tapi malah dianggap “sempurna”.

Château Lafite Rothschild 2003, Château  Montrose 2010 dan Château Haut Brion 2010 termasuk termasuk dalam kumpulan wine unik karena dianggap “sempurna”. Ketiga produk dari Perancis ini mendapat skor 100 dari Robert Parker; pakar wine paling berpengaruh di seluruh dunia.

Dengan kualitas yang “sempurna”, wajar bila wine seperti ini harganya mahal sekali.

4. American Champagne

Korbel Extra Dry

Nama Champagne hanya boleh dipakai oleh sparkling wine ekslusif dari sebuah wilayah bernama Champagne di Perancis. Sebagus apa pun kualitasnya, sparkling wine dari luar Champagne tidak boleh menggunakan nama “Champagne”.

Begitu ekslusifnya nama “Champagne” sampai Comité Interprofessionnel du Vin de Champagne pun pernah menuntut Apple pada tahun 2013 karena menggunakan nama “Champagne” pada warna iPhone 5s!

Tapi nyatanya ada juga “Champagne” dari Amerika; contohnya Korbel dan Miller High Life.

Mengapa bisa begitu?

Menurut sejarah, pada tahun 1919 negara-negara Eropa menandatangani Treaty of Versailles yang didalamnya juga mengatur tentang penggunaan nama “Champagne”. Amerika tidak ikut menandatanganinya sehingga merasa bebas menggunakan “Champagne” pada sparkling wine buatannya.

Setelah melalui banyak perdebatan, akhirnya pada 2006 disepakati bahwa hanya beberapa sparkling wine Amerika yang dibolehkan menggunakan nama “Champagne” dengan disertai keterangan lokasi asal (contohnya “Champagne California”). Selain itu tidak boleh ada sparkling wine lain yang menggunakan nama “Champagne”.

Apakah anda tahu wine lainnya yang pantas untuk masuk dalam daftar kumpulan wine unik ini?

Posted on

Manfaat Red Wine

Manfaat red wine ternyata bukan untuk kesehatan saja. Artikel ini membahas tentang berbagai manfaat lainnya yang juga bisa anda nikmati.

Berbagai Manfaat Red Wine

manfaat red wine
Bila dikonsumsi secara benar (tidak berlebihan), maka red wine punya berbagai manfaat.

Manfaat Kesehatan (dikutip dari www.WineSpectator.com)

  • Hasil penelitian University of Copenhagen’s Department of Public Health menyatakan bahwa tingkat kematian penderita Alzheimer ringan bisa berkurang secara signifikan bila pasien minum 2 – 3 gelas red wine setiap hari. Hasil penelitian ini dipublikasikan tahun 2016.
  • Hasil penelitian Department of Hematology, Wendeng Central Hospital of Weihai, China yang dipublikasikan di International Journal of Clinical and Experimental Medicine menyatakan bahwa kandungan resveratol dalam red wine bisa membantu memerangi leukima.
  • Hasil kerja sama penelitian yang dilakukan oleh University of East Anglia dan Harvard University menyatakan bahwa kandungan anthocyanins dalam red wine bisa mengurangi resiko impotensi. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition edisi Januari 2016.
  • Hasil kerja sama penelitian yang dilakukan oleh National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) dan National Cancer Institute menyatakan bahwa minum red wine secara teratur bisa menurunkan resiko Diabetes Type 2. Manfaat red wine ini dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine edisi September 2011.
  • Penelitian yang dilakukan oleh Andrea Braakhuis dari University of Auckland menyatakan bahwa kandungan flavonoids dalam red wine bisa meningkatkan daya tahan tubuh terhadap flu. Hasil penelitian ini dipublikasikan tahun 2015 .
  • Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ronald Klein dari Wisconsin’s Department of Ophthalmology and Visual Sciences menyatakan bahwa mengkonsumsi red wine secara teratur bisa mengurangi resiko menurunnya kesehatan mata.
  • Hasil penelitian yang dilakukan Nofer Institute of Occupational Medicine in Lodz, Poland menyatkan bahwa mengkonsumsi red wine secara teratur bisa meningkatkan kualitas sperma. Hasil penelitian ini dipublikasikan di Systems Biology in Reproductive Medicine tahun 2013.

Beberapa pakar percaya bahwa berbagai manfaat tersebut di atas bisa lebih terasa bila wine yang dikonsumsi adalah wine organik.

Manfaat Kuliner

Pecinta kuliner sangat menghargai manfaat dari red wine; yaitu membuat makanan terasa lebih nikmat. Pengetahuan tentang wine mana yang bisa membuat makanan jadi terasa lebih nikmat adalah salah satu aspek dalam “food pairing”.

Contohnya mi goreng terasa lebih nikmat kalau dinikmati bersama De Bortoli Sacred Hill Traminer Riesling dari Australia. Roast duck terasa lebih nikmat bersama Kaiken Malbec dari Argentina. Deetlefs Chenin Blanc dari South Africa membuat sushi terasa lebih nikmat.

Untuk mendapatkan manfaat kuliner yang maksimal dari red wine, anda bisa mempergunakan beberapa tips untuk food pairing sebagai berikut:

  • Light Red (Pinot Noir, Gamay, St. Lauren, Zweigelt) : roasted vegetables (tomat, terong, kacang panjang, dll), sea food (kepiting, udang, kerang, dll), white meat (ayam, bebek, kalkun, dll), cured meat.
  • Medium Red (Merlot, Sangiovese, Tempranillo, Grenache, Zinfandel) roasted vegetables, red meat (beef, lamb, mutton, dll), cured meat.
  • Bold Red (Cabernet Sauvignon, Malbec, Syrah) : red meat, cured meat (bacon, ham, chorizo, sausage, dll).

Manfaat Networking

Wine bukanlah minuman orang susah. Bila anda tahu banyak tentang wine, orang akan menganggap anda “berkelas” dan punya aura “sukses”. Mereka akan senang bila anda masuk dalam lingkungan pergaulan mereka.

Pengetahuan anda tentang wine bisa saja menjadi salah satu topik pembicaraan dalam lingkungan pergaulan tersebut. Mungkin anda bisa memulainya dengan bercerita tentang manfaat red wine yang selama ini anda rasakan untuk kesehatan anda (pembicaraan apa pun yang berhubungan dengan kesehatan biasanya bisa diterima oleh siapa saja).

Bahkan kalau anda adalah seorang pemula, anda masih tetap bisa merasakan manfaat dari segelas red wine yang dihidangkan dalam acara gathering atau networking. Segelas red wine cukup untuk membuat anda merasa lebih santai dan percaya diri. Ini akan memberikan kesan yang baik ketika anda berkenalan dengan orang baru. Bila anda santai dan percaya diri, maka anda bisa mengobrol tentang apa pun, bukan?

Manfaat Romance

Manfaat red wine juga bisa anda rasakan pada momen-momen romantis.

Hal ini bisa terjadi karena kandungan ethanol dalam red wine bisa merangsang hypothalamus untuk merasakan peningkatan libido, selera makan dan juga rasa hangat. (Hypothalamus adalah bagian otak yang berfungsi untuk mengatur kadar hormon, temperatur tubuh, rasa lapar dll).

Selain ethanol, berbagai aroma yang terkandung dalam red wine juga meningkatkan mood untuk suasana romantis. Aroma musk, kayu, licorice (akar manis), tanah dan cherry biasanya membangkitkan mood para wanita. Sedangkan mood para pria biasanya bangkit karena aroma lavender, karamel, orange, vanilla, licorice dan mentega.

Jadi bila anda ingin menikmati manfaat red wine dalam kemesraan anda dengan pasangan, anda bisa pilih wine romantis yang sudah kami sediakan.