Posted on

Jenis White Wine

Ada berapa jenis white wine? Jenis apa yang paling populer dan apa bedanya dengan jenis yang lain? Jawabannya ada dalam artikel ini.

 

Jenis White Wine Yang Dijual di Indonesia

Anda mungkin pernah mendengar “Chardonnay”, “Sauvignon Blanc” atau “Moscato”. Nama-nama tersebut adalah beberapa contoh dari jenis white wine yang paling populer. Tapi apakah anda pernah dengar “Viognier”, “Grüner Veltliner” atau “Chablis”?

Artikel ini membantu anda untuk mendapat gambaran sederhana tentang berbagai jenis white wine berdasarkan rasa dan body (terkstur yang dirasakan oleh lidah; apakah kental atau encer) .

Light & Zesty

White wine yang termasuk dalam jenis ini biasanya memiliki tekstur yang terasa ringan di lidah (light bodied) dengan rasa asam yang menyegarkan  (zesty artinya “bersemangat”; jadi bisa digambarkan bahwa wine ini punya rasa asam yang bisa membuat anda “bangun”).

  • Chablis: dibuat dari 100% buah anggur Chardonnay, tapi menggunakan teknik pembuatan yang berbeda dari Chardonnay biasa. Teksturnya lebih ringan dan rasa asamnya lebih kuat daripada Chardonnay. Biasanya mengandung aroma jeruk nipis dan bunga-bunga putih (mawar, asterisks, dll) degngan kandungan rasa jeruk nipis, pear, mineral dan asin. Chablis diproduksi di Chablis, suatu wilayah di Burgundy, Perancis. Chablis kualitas terbaik menyandang gelar “Grand Cru”. Contoh: Olivier Leflaive Chablis Vaudesir Grand Cru.
  • Cortese (Gavi): biasanya mengandung aroma pisang, apricot dan rumput segar. Mengandung rasa jeruk nipis dan almond. Tingkat keasamannya selevel dengan Chablis dan Pinot Grigio, tapi ada sedikit rasa pahit juga. Cortese sangat cocok dengan pasta di pesto atau sea food dengan saus jeruk nipis. Contoh: La Scolca Valentino.
  • Pinot Grigio (Pinot Gris): biasanya mengandung rasa jeruk nipis, jeruk lemon, pear, nectarine dan apel hijau. Pinot Grigio cocok dengan sayuran segar (salad), sashimi, udang, kepiting dan tiram. Meskipun biasanya memiliki keasaman yang tinggi, tapi ada juga (meskipun langka) Pinot Grigio yang agak manis; yaitu Pinot Grigio yang berasal dari Alsace, Perancis. Contoh produk: Gustave Lorentz Pinot Gris Schofweg.
  • Verdejo: biasanya mengandung rasa jeruk lemon, jeruk limau, white peach dan mineral. Verdejo adalah jenis white wine khas dari Rueda, Spanyol. Yang pertama mengembangkan Verdejo adalah Marques de Riscal di tahun 1970an. Contoh produk: Marques de Riscal Finca Montico.

Herbaceous

White wine jenis ini memiliki tekstur yang light bodied. Ciri khas dari jenis wine ini adalah aroma dan rasa herbal seperti daun selasih (basil), oregano, rosemary, merica, dll.

Jenis White Wine Sauvignon Blanc

  • Grüner Veltliner: biasanya mengandung rasa jeruk limau, jeruk lemon, jeruk Bali (grapefruit) dan lada putih. Grüner Veltliner unik karena ketika diminum, rasa asamnya meledak di lidah seperti permen pop rocks! White wine khas Austria ini sangat cocok dengan Wiener Schnietzel. Contoh produk: Leth Grüner Veltliner Kabinett Klassik.
  • Sauvignon Blanc: biasanya mengandung rasa jeruk limau, apel hijau, pear, kiwi, manggis, jambu biji, peach dan nectarine. Sauvignon Blanc adalah salah satu jenis white wine paling populer di dunia. Sauvignon Blanc terbaik bisa anda temukan di Bordeaux, Perancis. Tapi akhir-akhir ini New Zealand jadi semakin terkenal sebagai salah satu penghasil Sauvignon Blanc terbaik di kawasan “new world” (luar Eropa). Contoh produk: Ohau Gravels Woven Stone Sauvignon Blanc.

Bold & Dry

White wine jenis ini terasa kental  di lidah (bold; atau bisa juga disebut sebagai full bodied). Memiliki rasa yang kuat.

  • Chardonnay: biasanya mengandung rasa apel hijau, jeruk nipis, nanas dan pepaya. Chardonnay sangat populer karena bisa dibuat di seluruh dunia. Meskipun demikian, Chardonnay terbaik bisa anda temukan di Burgundy, Perancis. Contoh produk: Olivier Leflaive Puligny-Montrachet.
  • Semillon: biasanya mengandung rasa jeruk lemon, apel, pear dan pepaya mengkal. Semillon mungkin tidak begitu populer di Indonesia, tapi nyatanya Semillon adalah white wine grape paling penting nomor 3 di Perancis (untuk dicampur dengan Sauvignon Blanc dan Muscadelle sehingga menjadi “Bordeaux Blanc”). Selain di Perancis, negara yang paling banyak menghasilkan Semillon adalah Australia. Contoh Produk: Tyrrell’s Old Winery Semillon.
  • Marsanne: biasanya mengandung rasa almond, white peach dan pear. Marsanne terbaik bisa ditemukan di Rhône, Perancis. Contoh produk Paul Jaboulet Aine Les Jalet Blanc
  • Viognier: biasanya mengandung rasa tangerine, peach, mangga, kamperfuli (honeysuckle) dan bunga mawar. Aroma bunganya terasa segar. Teksturnya terasa mirip Chardonnay di lidah, tapi rasa asamnya sedikit di bawah Chardonnay. Contoh produk: Paul Jaboulet Aine Les Cassines.

Light & Sweet

White wine jenis seperti ini biasanya memiliki aroma yang kuat (aroma buah-buahan dan/atau aroma bunga-bungaan). Rasanya agak manis dan terasa enteng di lidah (tidak kental).

Jenis White Wine Riesling

  • Chenin Blanc: biasanya mengandung aroma bunga-bungaan dengan paduan rasa apel matang, lemon, pear dan melon. Chenin Blanc adalah white wine yang paling bayak diproduksi di South Africa. Contoh produk: Deetlefs Chenin Blanc.
  • Gewürztraminer: biasanya mengandung aroma bunga-bungaan dengan rasa lychee, jeruk bali (grape fruit) dan mineral. Biasanya Gewürztraminer cocok dinikmati dengan Asian Food dan Spicy Food. Gewürztraminer terbaik dihasilkan di Alsace, Perancis. Contoh produk: Gustav Lorentz Reserve Gewürztraminer.
  • Moscato: biasanya mengandung aroma jeruk, mawar dan caramel. Rasanya seperti paduan antara jeruk, peach, apricot dan nectarine. Moscato memiliki tekstur frizzante(semi-sparkling) dengan kandungan alkohol rendah (5 – 7%). Moscato sangat cocok dengan Chinese Food. Contoh produk: Bellissimo Moscato.
  • Riesling: biasanya mengandung paduan rasa apricot, nectarine, peach, apel, pear, nanas, jeruk limau, jeruk lemon. Riesling biasanya cocok dengan Asian Food dan Spicy Food. Riesling terbaik bisa anda temukan di Jerman atau Alsace, Perancis. Contoh produk: Gustave Lorentz Riesling Altenberg de Bergheim.

Bold & Sweet

Jenis white wine ini benar-benar manis dan terasa kental di lidah; sangat cocok untuk dijadikan dessert.

  • Late Harvest: jenis white wine ini menggunakan buah anggur yang waktu panen-nya sengaja dibuat terlambat. Buah anggurnya sengaja dibiarkan terkena jamur botrytis cinerea sehingga kandungan airnya berkurang drastis dan buah anggur jadi seperti kismis. Proses ini disebut “noble rot”; sangat sulit melakukannya sehingga tidak bisa dilakukan setiap saat. Nama “Late Harvest” biasanya diikuti dengan nama buah anggur yang digunakan. Contoh produk: Montes Late Harvest Gewürztraminer
  • Sauternes: sweet wine khas dari Bordeaux ini adalah campuran (blend) dari Sémillon, Sauvignon Blanc dan Muscadelle. Biasanya mengandung rasa madu, nanas, peach, pear, apricot, nectarine, jeruk, vanilla, custard, dan kelapa. Contoh produk: Calvet Reserve du Ciron Sauternes.
  • Tokaji: sweet wine khas dari Hungaria ini memiliki beberapa tipe. Tipe “Aszu” adalah yang rasanya benar-benar manis. Tokaji Aszu 5 Puttonyos manisnya setara dengan 10 sendok makan gula dalam 1 liter air. Tokaji Aszu 6 Puttonyos manisnya setara dengan 16 sendok makan dalam 1 liter air. Yang lebih manis daripada Tokaji Aszu adalah Tokaji Ezcensia; sangat manis (30 sendok makan gula dalam seliter air) dan bentuknya seperti madu (diminum pakai sendok). Contoh produk: Patricius Tokaji Aszu 6 Puttonyos 2000.