Posted on

Wine Cellar vs Wine Cooler

Wine cellar vs wine cooler: apa perbedaannya? Mana yang lebih praktis dan lebih murah? Temukan jawabannya dalam artikel ini.

Wine Cellar vs Wine Cooler: Sebuah Panduan Untuk Pemula

Banyak orang yang keliru dalam membedakan antara wine cellar dengan wine cooler. Coba saja bila anda ketik “jual wine cooler” di mesin pencari (browser), maka anda akan menemukan juga artikel tentang “jual wine cellar”. Produknya sama-sama berbentuk “kulkas”.  Perbedaan antara wine cellar vs wine cooler adalah sebagai berikut:

Wine Cellar

Kamar khusus untuk tempat penyimpanan wine; baik wine dalam botol atau barrel (gentong). Wine cellar memiliki temperatur, tingkat kelembaban dan intensitas cahaya yang ideal untuk penyimpanan wine dalam jangka panjang (bahkan ada yang bisa sampai ratusan tahun). Wine cellar juga bebas dari aroma yang keras (misalnya aroma dapur).

Ada dua tipe wine cellar; yaitu active wine cellar dan passive wine cellar

Active Wine Cellar

Wine Cellar vs Wine Cooler

Menggunakan climate control system elektronik yang mengatur temperatur dan kelembaban dalam ruangan.  (Climate control system ini berbeda dengan AC biasa yang hanya mengatur temperatur).

Passive Wine Cellar

Wine Cellar vs Wine Cooler 1

Tidak menggunakan climate control system elektronik, hanya mengandalkan temperatur dan kelembaban alami. Karena temperatur ideal untuk wine adalah 5 – 18°C, maka passive wine cellar hanya bisa digunakan di daerah subtropis atau di pegunungan. Wine cellar ini biasanya dibangun di bawah tanah (basement). Perawatannya lebih mudah daripada active wine cellar karena tidak menggunakan listrik.

Wine Cooler

Wine cooler bisa berarti:

  • Baskom dari logam yang diisi es untuk mendinginkan wine.

Wine Cellar vs Wine Cooler 2

  • Minuman yang dibuat dari campuran wine, jus buah, soda dan gula
  • Kulkas khusus untuk meyimpan wine

Dalam artikel ini yang kita bahas adalah wine cooler yang berupa “kulkas”. Kulkas ini menggunakan pengatur temperatur dan kelembaban elektronik; sehingga memiliki fungsi yang (hampir) sama dengan wine cellar.

Perbedaan antara Wine Cellar vs Wine Cooler

Meskipun sama-sama berguna untuk menyimpan wine dalam waktu lama, perbedaannya adalah sebagai berikut:

  • Wine cooler bisa dipindah-pindah (portable) sedangkan wine cellar tidak bisa dipindah-pindah (static)
  • Biasanya wine cooler bisa menyimpan 8 – 200 botol. Wine cellar bisa menampung jauh lebih banyak daripada wine cooler; bahkan wine cellar yang menampung 500 botol masih bisa dianggap “kecil”
  • Wine cooler berfungsi untuk menyimpan wine sampai waktunya untuk diminum, sedangkan wine cellar berfungsi untuk koleksi dan investasi (contoh: wine seperti Premier Grand Cru harganya bisa meningkat berkali-kali lipat bila sudah disimpan lama sekali)
  • Wine cooler bisa dibeli dan dipasang kapan saja, dan bisa diaktifkan di mana saja yang anda colokan listrik. Wine cooler harus dipesan dulu desainnya, lalu proses pembuatannya harus menyesuaikan jadwal yang disepakati si pemesan dan si pembuat.