Posted on

Jenis Red Wine

Artikel ini membahas tentang perbedaan rasa dan karakteristik dari berbagai jenis red wine yang dijual di Indonesa. Mana yang anda suka?

Jenis Red Wine: Light, Medium, atau Full (Bold)

Salah satu hal yang paling sering digunakan untuk mendeskripsikan red wine adalah “body”. Yang dimaksud dengan “body” adalah bagaimana seteguk wine terasa di dalam mulut; kental (full), ringan (light) atau sedang (medium).

Artikel ini membahas tentang beberapa jenis red wine berdasarkan “body” seperti yang dimaksud di atas.

Light Bodied Red Wines

Terasa “enteng” (encer) di mulut, high acidity (kandungan asam buahnya tinggi) dan low tannin (tidak begitu sepat).

Jenis-Red-Wine-Light-Body-Bourgogne-Pinot-Noir
  • Lambrusco: Semi-sparkling dan pada umumnya mengandung rasa strawberry dan raspberry dengan kandungan alkohol rendah. Lambrusco yang memiliki kualitas tertinggi adalah Lambrusco di Grasparossa dan Lambrusco di Sorbara; keduanya berasal dari Emiliana Romagna, Italia. Tipe “Dolce” dari jenis red wine ini memiliki rasa yang manis. Food pairing yang disarankan adalah beef teriyaki, lasagna, pizza, ice cream. Contoh produk: Bellissimo Dolce Rosso.
  • Pinot Noir: pada umumnya mengandung rasa cherry, cranberry dan jamur. Pinot Noir terbaik dihasilkan di Burgundy, Perancis. Meskipun demikian, saat ini New Zealand dan Chile juga sudah bisa menghasilkan Pinot Noir kelas dunia tapi dengan harga yang lebih murah daripada Pinot Noir Burgundy. Food pairing yang disarankan adalah grilled salmon, chicken, pork, lamb dan sushi rolls. Contoh produk: Viña Morande Pionera Reserva Pinot Noir
  • Gamay: memiliki tekstur dan rasa yang sangat mirip dengan Pinot Noir. Meskipun sangat mirip, harga Gamay biasanya jauh lebih murah daripada Pinot Noir. Gamay terbaik berasal dari Beaujolais di Perancis. Gamay dari Beaujolais disebut “Beaujolais”. Secara garis besar, Beaujolais dibagi menjadi 3 kelas . Kelas pertama adalah Beaujolais AOC. Kelas kedua yang kualitasnya lebih tinggi adalah Beaujolais Village AOC. Kelas ketiga dan yang tertinggi adalah Beaujolais Crus yang dibagi lagi ke dalam 10 level. Contoh produk: Domaine Chanson Fleurie (level kelima dari 10 level teratas).
  • St. Lauren: adalah red wine khas Austria. Rasanya mirip dengan Pinot Noir tapi warnanya lebih gelap dan yang paling dominan adalah rasa raspberry. Food pairing yang disarankan untuk red wine ini adalah chicken dan turkey. Contoh produk: Juris St. Lauren Selection.
  • Primitivo: Fruity, tekstur ringan, kandungan alkohol agak tinggi dengan kadar tannin dan keasaman yang agak rendah. Easy drinking. Contoh Produk: Rivera Primitivo IGT
Bellissimo-Dolce-Rosso
Bellissimo Dolce Rosso
Juris-St-Lauren-Selection
Juris St Lauren Selection
Viña-Morande-Pionera-Reserva-Pinot-Noir
Viña Morande Pionero Reserva Pinot Noir
Rivera-Primitivo-IGT
Rivera Primitivo IGT
Te-Mata-Estate-Gamay-Noir-Estate-Vineyards
Te Mata Estate Gamay Noir Estate Vineyards
Domaine-Chanson-Beaujolais-Village
Domaine Chanson Beaujolais Village

Medium Bodied Red Wines

Lebih “full” daripada light bodied red wines tapi lebih “light” daripada full bodied red wine. Jenis red wine jenis ini biasanya lebih “food friendly”.

Jenis-Red-Wine-Medium-Body-Merlot
  • Grenache (Garnacha): Pada umumnya mengandung rasa strawberry, raspberry, cherry,selai buah (jam) dan kayu manis. Grenache terbaik berasal dari Spanyol, Perancis dan Australia. Grenache cocok dengan daging yang pakai banyak bumbu rempah-rempah; kandungan alkoholnya yang tinggi akan menghapus rasa panas dari rempah-rempah. Contoh produk: Kilikanoon Prodigal Grenache.
  • Sangiovese: Red wine khas Italia yang pada umumnya mengandung rasa red cherry, strawberry jam dan anise (bunga lawang). Rasanya mirip dengan Cabernet Sauvignon tapi lebih elegan. Food pairing yang disarankan adalah Italian dan Mediterranean foods seperti Greek Salad dan Ratatouille. Contoh produk: Marchesi de Frescobaldi Montesodi Riserva.
  • Rhône blend: campuran Grenache dan Syrah yang dibuat di Rhône, Perancis. Red wine ini pada umumnya memiliki karakteristik fruity dengan tannin sedang. Contoh produk: Paul Jaboulet Aine Côtes du Rhône Parallele 45 Rouge.
  • Merlot: Red wine yang paling populer di Indonesia karena “easy to drink” sehingga cocok untuk pemula. Pada umumnya mengandung rasa plum, black cherry dan jam. Food pairing yang disarankan: ayam panggang, bebek panggang, cheeseburger, spagghetty & meat balls. Contoh produk: Gérard Bertrand Réserve Spéciale Merlot.
  • Barbera: rasa dan teksturnya mirip dengan Merlot tapi lebih ekslusif (Barbera ditanam di beberapa negara, tapi tidak ada yang kualitas dan rasanya mendekati rasa dan kualitas Barbera dari Italia). Pada umumnya Barbera mengandung rasa cherry, raspberry, jam. Barbera adalah jenis red wine yang “food friendly”; bahkan cocok dengan rasa saus tomat! Contoh produk: Mauro Molino Barbera D’Alba DOC
  • Montepulciano: mengandung rasa buah dan kadar alkohol sedang dengan tekstur, kadar tannin dan tingkat keasaman agak tinggi. Montepulciano adalah red wine yang “pizza friendly”. Contoh produk: Talamonti Moda
Jenis-red-wine-Kilikanoon-Prodigal-Grenache
Kilikanoon Prodigal Grenache
Gérard-Bertrand-Réserve-Spéciale-Merlot
Gérard Bertrand Réserve Spéciale Merlot
Marchesi-de-Frescobaldi-Montesodi-Riserva
Marchesi de Frescobaldi Montesodi Riserva
Mauro-Molino-Barbera-D'Alba-DOC
Mauro Molino Barbera D’Alba DOC
Paul-Jaboulet-Aine-Côtes-du-Rhône-Parallele-45-Rouge
Paul Jaboulet Aine Cotes du Rhone Parallele 45 Rouge
Talamonti-Moda
Talamonti Moda

Jenis Full Bodied (Bold) Red Wines

Pada umumnya mengandung tannin yang tinggi (rasanya sepat), kandungan alkohol tinggi dan didominasi oleh rasa “black fruit” (plum, black currant, blackberry, blueberry). Pada umumnya jenis red wine ini cocok untuk dinikmati dengan red meat (beef, lamb, mutton).

Jenis-Red-Wine-Full-Body-Syrah
Taylor’s St. Andrews Shiraz 2012
  • Tempranillo: Red wine khas Spanyol yang pada umumnya mengandung rasa cherry, raspberry dan blueberry. Food pairing yang disarankan untuk jenis red wine ini adalah lasagna dan pizza yang menggunakan topping tomato sauce. Tempranillo juga cocok dengan Mexican food seperti tacos, nachos dan burritos. Contoh produk: Marques de Riscal Reserva
  • Nebbiolo: Red wine khas Italia yang pada umumnya mengandung rasa cherry, strawberry dan raspberrry. Food pairing yang disarankan adalah Beef Tenderloin, Ribeye Steak (or Prime Rib), Roast Turkey, Pork Sausage, Braised Duck, Meat Ragu, Roasted Game Hen, Braised Pork shank, Prosciutto. Contoh produk: Marchesi di Barolo Barbaresco Serragrilli.
  • Malbec : Red wine khas Argentina, pada umumnya mengandung rasa blueberry, plum dan rempah-rempah. Food pairing yang disarankan adalah Mexican food, Indian food, roast duck dan segala jenis makanan yang banyak menggunakan red meat. Contoh produk: Dominio del Plata Crios Malbec
  • Cabernet Sauvignon: jenis red wine ini diproduksi di seluruh dunia dan pada umumnya mengandung rasa plum, raspberry, black currant, blackberry, green bell pepper dan green olive. Food pairing yang disaranakan adalah lamb, beef, smoked meats. Contoh produk:  Montes Alpha Cabernet Sauvignon.
  • Nero d’Avola: red wine khas dari Sicilia dengan rasa licorice (akar manis), plum, black cherry, rasa kulit dan tembakau. Inilah red wine yang sangat cocok untuk dinikmati bersama Sup Buntut Sapi. Contoh produk: Planeta Plumbago.
  • Syrah (Shiraz) : pada umummnya mengandung rasa blueberry, blackberry, plum, tembakau, black pepper dan cengkeh. Syrah terbaik dihasilkan di California, Rhone dan South Australia. Contoh produk: Capel Vale Debut Shiraz
Marques-de-Riscal-1860-jenis-red-wine
Marques de Riscal 1860
Montes-Alpha-Cabernet-Sauvignon-Jenis-Red-Wine
Montes Alpha Cabernet Sauvignon
Marchesidi-Barolo-Barbaresco-Serragrilli
Marchesi di Barolo Barbaresco Serragrilli
Planeta-Plumbago
Planeta Plumbago
Dominio Del Plata Crios Malbec
Susana Balbo Crios Malbec
Capel-Vale-Debut-Shiraz
Capel Vale Debut Shiraz